Tampilkan postingan dengan label Technology. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Technology. Tampilkan semua postingan

24 Nov 2010

Dampak Buruk Radiasi Sinyal WiFi

 Penelitian terhadap dampak radiasi sinyal nirkabel pada manusia umumnya tidak menghasilkan kesimpulan yang kongkrit. Akan tetapi, dari penelitian terbaru yang dilakukan terhadap pohon, terungkap bahwa makhluk hidup yang satu ini lebih ringkih dibanding manusia.

Penelitian yang dilakukan oleh Wageningen University menemukan bahwa pepohonan yang tumbuh di kawasan yang memiliki aktivitas WiFi tinggi, khususnya di kawasan pemukiman penduduk, menderita gejala yang tidak sama dengan gejala yang disebabkan oleh bakteri atau virus.

Seperti dikutip dari PopSci, 23 November 2010, gejala-gejala yang muncul pada pohon termasuk di antaranya adalah pendarahan, celah di kulit, matinya bagian tertentu dari daun, serta pertumbuhan yang abnormal.

Untuk mengujicoba hipotesa apakah penyebab penyakit misterius tersebut diakibatkan oleh radiasi WiFi, peneliti menggunakan 20 pohon ash atau Fraxinus dan memberikan berbagai tingkat radiasi pada pohon-pohon tersebut selama 3 bulan.

Ternyata, pohon yang terekspos sinyal WiFi menunjukkan tanda-tanda penyakit akibat radiasi, termasuk warna seperti timah pada daun-daunnya, yang mengindikasikan bahwa daun tersebut akan segera mati.

Sebagai gambaran, di negara seperti Belanda, sekitar 70 persen pepohonan di kawasan pemukiman mengalami efek samping dari radiasi. Angkanya naik dari hanya 10 persen pada 5 tahun lalu. Ini merupakan hal yang lumrah mengingat penggunaan WiFi telah meroket pada beberapa tahun terakhir.

Saat ini, para ilmuwan akan melakukan sejumlah penelitian lain untuk mengetahui lebih lanjut seputar radiasi pada pertumbuhan tanaman. Dan sayangnya, belum ada solusi yang dapat diberikan bagi pepohonan akibat dampak buruk penggunaan WiFi tersebut. (Viva News)


NimbuzzFlooder.co.cc
READ MORE - Dampak Buruk Radiasi Sinyal WiFi

Worm Stuxnet Ternyata Dibekingi Pemodal Besar

 Dalam film sering digambarkan karakter jahat yang menggunakan internet untuk mematikan stasiun pembangkit listrik dan berusaha untuk melumpuhkan keamanan nasional sebuah negara. Dengan munculnya worm Stuxnet, kini kondisi seperti itu tidak lagi hanya ada di dalam film detektif saja.

Seperti diketahui, worm Stuxnet merupakan worm komputer yang membidik sistem kontrol industri yang tampaknya kini sedang mengincar instalasi nuklir milik Iran.

Berdasarkan pengamatan para peneliti, worm seperti ini belum pernah muncul sebelumnya. Apa yang dilakukannya dan bagaimana worm ini muncul juga masih misteri. Stuxnet merupakan virus komputer pertama yang dapat menimbulkan kekacauan di dunia nyata.

“Kami benar-benar belum pernah melihat worm seperti ini sebelumnya,” kata Liam O’Murchu, Peneliti dari Symantec Security Response, pada keterangannya, 30 September 2010. “Fakta bahwa worm ini dapat mengontrol cara kerja mesin fisik tentunya sangat mengganggu,” ucapnya.

Kemungkinan, O’Murchu menyebutkan, pihak yang berada di belakang pembuatan Stuxnet worm adalah pemerintah atau sebuah lembaga swasta yang kaya.

“Worm in terdiri dari program-program komputer kompleks yang pembuatannya memerlukan beragam keterampilan,” kata O’Murchu. “Stuxnet sangat canggih, didanai sangat besar dan tidak banyak kelompok yang dapat melancarkan ancaman seperti ini,” ucapnya.

O’Murchu menyebutkan, Stuxnet juga merupakan serangan melalui dunia maya pertama yang tampak secara spesifik membidik sistem kontrol di suatu industri.

Diperkirakan, dibutuhkan antara 5 sampai 10 orang dan memakan waktu hingga enam bulan untuk membuat Stuxnet.

“Selain itu, dibutuhkan pula pengetahuan sistem kontrol industri dan akses terhadap sistem itu untuk melakukan pengujian kualitasnya,” kata O’Murchu. “Sekali lagi ini mengindikaskan bahwa ini adalah sebuah proyek yang sangat terorganisir dan memiliki dana besar,” ucapnya. (Viva News)


NimbuzzFlooder.co.cc
READ MORE - Worm Stuxnet Ternyata Dibekingi Pemodal Besar

AS Luncurkan Satelit Mata-Mata Terbesar

 Kantor pengintaian nasional Amerika Serikat (NRO), baru saja meluncurkan satelit mata-mata pengintai terbarunya, melalui Stasiun Angkatan Udara Cape Canaveral, Florida AS.  
Salah seorang pejabat pemerintahan AS menjuluki satelit mata-mata yang diterbangkan sebagai "satelit terbesar di dunia". Tak heran bila dibutuhkan roket pendorong terbesar milik AS, Delta 4, untuk meluncurkan satelit tersebut.
"Misi ini untuk memastikan sumber-sumber penting NRO bisa terus mendukung pertahanan nasional negara," ujar Brigjen Ed Wilson, Komandan Wing Antariksa ke-45, kepada MSNBC, sesaat setelah peluncuran.
Satelit bongsor misterius itu berhasil diluncurkan setelah beberapa kali penundaan akibat masalah teknis. Satelit ini hanya dikenali dengan nomor identifikasi peluncurannya: NROL-32.
Bahkan, perusahaan roket pemilik Delta 4, United Launch Alliance tak tahu menahu apa isi kargo yang dibawa oleh satelit. "Saya sama sekali tak mengetahui. NRO yang akan menjawabnya," ujar Michael J Rein, juru bicara United Launch Alliance kepada FoxNews.
Menurut SpaceFlightNow, satelit yang diterbangkan ke orbit geosinkron yang berjarak 35.900 km itu dipercaya sebagai pesawat luar angkasa yang mampu berfungsi sebagai penyadap suara dan elektronik.
"Satelit ini sepertinya terdiri dari receiver-receiver radio yang sensitif dengan antena (mirip payung-red) yang lebar jangkauannya sepanjang 100 meter untuk mengumpulkan data intelijen elektronik bagi National Security Agency," kata  Ted Molczan, seorang pengamat angkasa yang ternama kepada SpaceFlightNow.
Menurut Molczan satelit mata-mata ini akan menggantikan salah satu pesawat luar angkasa pengintai lawasnya, atau bisa juga memperbanyak satelit mata-mata dengan menempatkannya di lokasi orbit geosinkron yang baru.
Peluncuran NROL-32 melanjutkan serangkaian peluncuran satelit milik NRO dalam meluncurkan satelit-satelit mata-mata setelah absen selama sekitar 20 tahun. September lalu, melalui Vandenberg Air Force Base, California, roket Atlas 5 juga telah menerbangkan sebuah satelit mata-mata berteknologi radar-imaging generasi baru. (Viva News)


NimbuzzFlooder.co.cc
READ MORE - AS Luncurkan Satelit Mata-Mata Terbesar
 

Copyright © 2010 by Nimbuzz Flooder Community

design by xXx | Powered by Blogger